Makassar, Sulawesi Selatan (0411) 455696 mail@eng.umi.ac.id

كلية الهندسة UMI Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah Pesisir Melalui التدريب Ecobrick di Desa Sampulungan, Kabupaten Takalar

Takalar, 23 September 2025 – Suasana berbeda tampak di Aula Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Puluhan warga berkumpul dengan penuh antusias, menyimak penyuluhan sekaligus praktik langsung dalam التدريب Pembuatan Ecobrick untuk Infrastruktur Ringan yang digelar بواسطة كلية الهندسة الجامعة الإسلامية الإندونيسية (UMI). Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Berbas

كلية الهندسة UMI Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah Pesisir Melalui التدريب Ecobrick di Desa Sampulungan, Kabupaten Takalar
Daftar Isi
  1. Rangkaian النشاط yang Menyentuh Masyarakat
  2. Antusiasme Tinggi, Harapan Besar
  3. Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi

Takalar, 23 September 2025 – Suasana berbeda tampak di Aula Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Puluhan warga berkumpul dengan penuh antusias, menyimak penyuluhan sekaligus praktik langsung dalam التدريب Pembuatan Ecobrick untuk Infrastruktur Ringan yang digelar بواسطة كلية الهندسة الجامعة الإسلامية الإندونيسية (UMI).

Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Berbasis Masyarakat Skema Kemendikbudristek-Saintek 2025 yang digagas untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah plastik di kawasan pesisir. Melalui pendekatan multidisiplin, tim pengabdian كلية الهندسة UMI membawa kontribusi nyata dari bidang الهندسة المدنية, العمارة, dan kesehatan lingkungan.

Ketua tim pengabdian, Ir. Rizki Saraswati, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya sebatas التدريب teknis, melainkan upaya pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.

“Program ini kami adakan dengan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat di Desa Sampulungan dengan pendekatan multidisiplin yang kami bawa dari bidang الهندسة المدنية, العمارة, dan kesehatan lingkungan. Harapannya, النشاط ini bisa menjadi langkah awal masyarakat dalam mengubah kebiasaan, mengelola sampah dengan baik, sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru,” ungkapnya.

Tim pengabdian ini juga diperkuat بواسطة Ir. Arinda Wahyuni, S.T., M.Ars. (أعضاء هيئة التدريس الهندسة المعمارية UMI) dan Sartika Fathir Rahman, S.K.M., M.K.L. (أعضاء هيئة التدريس الهندسة المعمارية UMI), serta dua الطلاب Murthada Asdaul Usud Syam dan Rinaldi (الطلاب الهندسة المدنية UMI). Kehadiran الطلاب dalam program ini tidak hanya memberikan pengalaman lapangan, tetapi juga memperlihatkan keterlibatan generasi muda teknik dalam menghadirkan solusi nyata di masyarakat.

Rangkaian النشاط yang Menyentuh Masyarakat#

التدريب ini dimulai dengan penyuluhan mengenai dampak pencemaran sampah plastik dan bahaya mikroplastik bagi kesehatan manusia dan keberlanjutan ekosistem laut. Setelah itu, masyarakat diajak membentuk kelompok pengelola bank sampah agar memiliki الهيكل التنظيمي yang jelas dalam mengelola limbah di lingkungannya.

Tidak berhenti di situ, peserta mendapatkan praktik langsung mulai dari pengelolaan bank sampah, pembuatan ecobrick, hingga penggunaan mesin pencacah plastik yang diserahkan langsung بواسطة tim UMI sebagai التكنولوجيا tepat guna.

Salah seorang peserta, ibu rumah tangga yang sehari-hari bergantung pada hasil laut, mengaku sangat terbantu dengan النشاط ini.

“Dulu sampah plastik kami buang saja ke laut atau ke belakang rumah. Sekarang kami belajar kalau sampah bisa jadi sesuatu yang berguna. Bahkan bisa dibuat jadi batu bata ecobrick. Kami senang karena pengetahuan ini bisa menambah wawasan, juga bisa membantu perekonomian keluarga,” tuturnya dengan penuh semangat.

Antusiasme Tinggi, Harapan Besar#

النشاط ini tidak hanya mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Melalui bank sampah, masyarakat dapat menabung dari hasil pengumpulan dan pemilahan sampah. Sedangkan ecobrick bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur ringan yang ramah lingkungan, seperti kursi, meja, atau dinding sederhana.

Seorang tokoh masyarakat Desa Sampulungan juga menyampaikan harapannya agar النشاط ini bisa berlangsung secara berkesinambungan.

“Kami berharap أعضاء هيئة التدريس dan الطلاب UMI tidak berhenti sampai di sini. Kalau bisa datang terus memberi pendampingan, karena ilmu ini bukan hanya bermanfaat sesaat, tetapi jangka panjang bagi lingkungan kami,” ujarnya.

Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi#

Melalui النشاط ini, كلية الهندسة UMI sekali lagi membuktikan peran strategisnya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang خدمة المجتمع. Sinergi أعضاء هيئة التدريس, الطلاب, dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan harus memberi manfaat langsung dan dapat dirasakan بواسطة masyarakat luas.

Program التدريب ecobrick ini diharapkan menjadi embrio bagi lahirnya gerakan masyarakat pesisir yang lebih peduli lingkungan, mandiri dalam pengelolaan sampah, serta memiliki kreativitas untuk mengubah limbah menjadi produk yang bernilai guna.

Dengan demikian, Desa Sampulungan kini tidak hanya dikenal sebagai desa pesisir dengan keindahan lautnya, tetapi juga sebagai pionir dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas yang ramah lingkungan dan berdaya ekonomi.

Bagikan

Baca Juga

Artikel Terkait