Makassar, Sulawesi Selatan (0411) 455696 mail@eng.umi.ac.id

Dampingi Pak JK Ke Tiongkok! Dekan FT-UMI Jajaki Kerja sama AI & Inovasi Teknologi Bersama Rekayasa Industri Global

Dekan Fakultas Teknik UMI ikut serta dalam kunjungan kerja dan studi strategis bersama Wakil Presiden RI ke-10 & ke-12, Bapak Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, ke pusat raksasa teknologi dunia di Shenzhen dan…

Dampingi Pak JK Ke Tiongkok! Dekan FT-UMI Jajaki Kerja sama AI & Inovasi Teknologi Bersama Rekayasa Industri Global

Dekan Fakultas Teknik UMI ikut serta dalam delegasi kunjungan studi dan riset teknologi yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, melawat ke sejumlah pusat teknologi dan riset terkemuka di Tiongkok pada 21–23 September 2026.

Kunjungan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas serta para dekan fakultas teknik dari tujuh perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Rangkaian agenda dirancang untuk mengamati secara langsung lompatan transformasi digital, pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta efisiensi industri manufaktur modern yang berkembang pesat di Tiongkok.

Eksplorasi Ekosistem R&D Huawei dan Peluang Kolaborasi Akademik

Rangkaian agenda diawali pada Senin (21/9) dengan mengujungi Markas Besar Huawei di Shenzhen serta Huawei Dongguan Campus. Kawasan riset berkonsep ramah lingkungan seluas 200 hektar tersebut menjadi pusat aktivitas bagi lebih dari 25 ribu tenaga ahli riset dan pengembangan (Research and Development/R&D).

Dalam peninjauan tersebut, para delegasi diajak mengelilingi fasilitas kampus menggunakan kereta panoramik serta mengunjungi Museum Von Neumann—sebuah simbol dedikasi atas kontribusi ilmu pengetahuan dalam perkembangan teknologi komputer dunia. Huawei mencatatkan keberhasilan besar melalui kekuatan R&D yang didukung oleh 53,7% dari total karyawannya (sekitar 114 ribu orang), hingga berhasil mengamankan lebih dari 165 ribu hak paten aktif di seluruh dunia pada akhir 2025.

Di sela-sela peninjauan dan diskusi bersama jajaran pimpinan Huawei, Jusuf Kalla menegaskan bahwa kemajuan AI bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi kebutuhan mendasar bagi seluruh sektor kehidupan di masa depan.

"Kemajuan teknologi di dunia ini sudah demikian cepat, termasuk AI yang telah menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan masa depan. Kunjungan ini menjadi pembelajaran penting bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk ikut serta dan mengakselerasi penguasaan teknologi tersebut," ujar Jusuf Kalla.

Keikutsertaan Dekan FT-UMI dalam diskusi ini menjadi pijakan awal untuk menjajaki peluang kerja sama konkrit antara UMI dan Huawei. Penjajakan ini difokuskan pada penguatan riset terapan, sinkronisasi kurikulum berbasis teknologi maju, pengembangan laboratorium berbasis AI, hingga potensi program pertukaran dan pelatihan bagi dosen serta mahasiswa.

Penjajakan Manufaktur Pintar dan Industri Otomotif Masa Depan

Selain mengeksplorasi ekosistem Huawei, delegasi melanjutkan agenda lapangan ke sejumlah pusat industri dan lembaga pendidikan ternama:

  • Sinno Group (Selasa, 22/9): Delegasi mengamati penerapan AI Smart Factory, yakni sistem manufaktur pintar yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dan otomasi industri untuk meningkatkan presisi serta efisiensi produksi.
  • Cheung Kong Graduate School of Business / CKGSB (Selasa, 22/9): Melakukan diskusi akademis mengenai tata kelola bisnis, manajemen kepemimpinan, serta lanskap ekonomi berbasis teknologi tinggi.
  • BYD Headquarters (Rabu, 23/9): Meninjau Museum dan Galeri BYD di Shenzhen untuk mempelajari inovasi teknologi baterai, ekosistem energi terbarukan, serta proses produksi kendaraan listrik (Electric Vehicles/EV) yang kini menguasai pasar global. Rangkaian kunjungan diakhiri dengan pemaparan peluang kolaborasi sebelum delegasi bertolak kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Hong Kong.

Komitmen FT-UMI dalam Penguatan Catur Dharma

Hasil dari kunjungan studi ini akan segera ditindaklanjuti oleh Fakultas Teknik UMI melalui langkah-langkah strategis di kampus. Integrasi AI dan teknologi maju tidak hanya akan diposisikan sebagai mata kuliah wajib, melainkan juga diterapkan dalam etika pemanfaatan teknologi, fasilitas riset, hingga pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0.

Langkah adaptif ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Teknik UMI untuk terus berinovasi dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi, memastikan para mahasiswa dan lulusannya dibekali dengan kompetensi global, berkarakter Islami, serta siap menjawab tantangan teknologi masa depan.

Bagikan

Baca Juga

Artikel Terkait