
JEPANG, 28 Oktober 2026 — Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. Ir. H. Ansarullah, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., melakukan langkah pengembangan inovasi melalui penjajakan kolaborasi internasional dengan Nagoya City University, Jepang, terkait hilirisasi material alternatif berupa panel berbahan dasar bulu ayam yang berpotensi diterapkan sebagai material pada bangunan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan riset internasional sekaligus mendorong pengembangan hasil penelitian agar dapat diimplementasikan secara nyata dalam bidang arsitektur dan konstruksi.
Menurut Dr. Ir. H. Ansarullah, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan dan pemanfaatan bulu ayam sebagai bahan baku panel alternatif yang memiliki potensi untuk diaplikasikan pada elemen bangunan. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pemanfaatan limbah peternakan melalui pendekatan teknologi material yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan.

"Melalui kerja sama dengan Nagoya City University, pengembangan inovasi ini diharapkan dapat memperoleh perspektif keilmuan, pertukaran pengetahuan, serta peluang pengujian dan pengembangan material sesuai kebutuhan dan standar penerapan dalam dunia konstruksi."ungkapnya.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud keberanian dosen Fakultas Teknik UMI dalam membawa potensi inovasi lokal ke ranah internasional. Tidak hanya berhenti pada penelitian akademik, tetapi juga berupaya mendorong proses hilirisasi agar hasil riset dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat serta industri konstruksi.
Fakultas Teknik UMI terus mendorong sivitas akademika untuk memperkuat kolaborasi lintas negara, mengembangkan inovasi teknologi, dan menghasilkan penelitian yang memiliki dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
Dari potensi limbah menjadi inovasi material, dari penelitian menuju implementasi, membawa karya akademik UMI ke panggung internasional.


