Makassar, Sulawesi Selatan (0411) 455696 mail@eng.umi.ac.id

From Campus, Becomes Dampak - Dr. Ir. Ali Amal, S.T., M.Si., IPU: Alumni Civil Engineering UMI, from Proyek Jalan PLTA Bakaru until Pembina Jasa Konstruksi

From Campus, Becomes Dampak - Dr. Ir. Ali Amal, S.T., M.Si., IPU: Alumni Civil Engineering UMI, from Proyek Jalan PLTA Bakaru until Pembina Jasa Konstruksi

Jalan and jembatan not sekadar bentangan beton and aspal. Di baliknya ada perencanaan, pengawasan, standard keselamatan, kualitas konstruksi, until orang-orang which memastikan semuanya berjalan according to terms.
Di bidang itulah Dr. Ir. Ali Amal, ST, M.Si, IPU menapaki perjalanan profesionalnya.
Alumni University Muslim Indonesia (UMI) this menyelesaikan pendidikan Strata-1 Civil Engineering di UMI at 1991. Pendidikan the said becomes salah satu fondasi perjalanan panjangnya di bidang konstruksi, jalan, jembatan, and transportasi.
Ali Amal kemudian melanjutkan pendidikan Master Perkotaan and Transportasi di University Hasanuddin at 2003. At 2012, ia menyelesaikan pendidikan doctor Civil Engineering di University Tarumanagara.
Not berhenti di jenjang Academic, also karier sebagai birokrasi di kementerian Pekerjaan General (PU) with berbagai pendidikan and training has dilalui. At 2023 ia also menyelesaikan Program Profesi Insinyur Civil Engineering di University Hasanuddin with IPK 4,00, sabagai requirement for mendapatkan Insinyur Profesional Main (IPU).
From Lapangan, Jalan, until Jembatan and pembina jasa and keselamatan konstruksi.
Karier profesional Ali Amal has begins since pertengahan 1980-an.
At 1985–1987, ia terlibat in pekerjaan development Building SMEA Negeri Palu and Workshop Kawatuna di Palu sebagai pengawas lapangan.
Pengalamannya kemudian berkembang ke pekerjaan infrastruktur which more kompleks. Ia pernah becomes Quality Engineer at proyek jalan Bendungan Bakaru Hydro Electric Power di Pinrang, and Senior Quality Material Engineer at proyek peningkatan Jalan Paket 21 Enrekang–Makale ADB-XI.
Memasuki lingkungan pemerintahan, Ali Amal berkarier di bidang pekerjaan general di Direktorat Jenderal Bina marga and di Direktorat Jenderal Jasa Konstruksi.
Ia pernah becomes Asisten Teknik Pengawasan P3T-Nas at Ditjen Bina Marga. Selanjutnya, ia dipercaya sebagai Asisten Perencanaan Jalan and Jembatan Provinsi dibawah naungan Kanwil Department Pekerjaan General Provinsi Sulawesi Selatan.
Pengalaman the said kemudian membawanya at tanggung jawab which semakin large.
At 2000–2001, ia tercatat sebagai pemimpin proyek peningkatan Jalan Ruas KM 260–Watampone. After that, during 2002–2005, ia becomes Leadership Section Proyek development Jalan Maros–Ujung Lamuru–Watampone (BLN-IRTP)
At 2005–2010, ia back dipercaya sebagai Leadership Section Proyek Sinjai–Arasoe–Watampone–Sengkang–Impa Impa–Tarumpakae. Proyek the said dicatat memiliki estimasi nilai Rp120 miliar (APBN & BLN-EINRIP)
Jejak this memperlihatkan bagaimana keilmuan Civil Engineering which diperoleh since bangku lecture kemudian diterapkan in berbagai pekerjaan infrastruktur.

Memperluas Peran from Infrastruktur ke Keselamatan Konstruksi.
Perjalanan Ali Amal not hanya berkaitan with development fisik.
Ia also mendapat tanggung jawab at bidang keselamatan jalan.
At 2013–2015, ia tercatat sebagai Kepala Seksi Keselamatan Jalan, Subdit Environmental Engineering and Keselamatan Jalan, Direktorat Bina Teknik Kementerian PUPR.
Previous and sesudahnya, ia also terlibat sebagai pengarah, adviser, maupun narasumber ahli in berbagai activity related keselamatan jalan, investigasi lokasi rawan kecelakaan, laik fungsi jalan, and training keselamatan jalan.
Peran the said menunjukkan bahwa pekerjaan di bidang jalan not berhenti at bagaimana sebuah jalan dibangun.
Ada aspek keselamatan which must diperhatikan.
Ada standard which must dipenuhi.
Ada kompetensi tenaga profesional which must terus dikembangkan.

From Pelaksana Becomes Pengembang Kompetensi
Perjalanan profesional Ali Amal kemudian bergerak semakin jauh ke bidang pembinaan jasa konstruksi.
At 2015–2017, ia menjabat Kepala Seksi Technical guidance Subdirektorat Standard and Guidelines Direktorat Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.
Selanjutnya, at 2017–2021, ia tercatat sebagai Pejabat Pembina Jasa Konstruksi Madya at Direktorat Bina Jasa Konstruksi Kementerian PUPR.
In period the said, aktivitas profesionalnya also many bersentuhan with peningkatan kompetensi and penerapan standard konstruksi.
Ia also many terlibat sebagai pengarah, adviser, and narasumber ahli in berbagai activity technical guidance and training, among others keselamatan and kesehatan kerja konstruksi, laboratory beton and aspal, perencanaan teknis jembatan, sistem manajemen quality, and sistem manajemen keselamatan konstruksi.
Thus, kontribusinya not hanya berada at proyek fisik. Pengalamannya also digunakan in process pembinaan and strengthening kompetensi human resources bidang konstruksi.

From UMI, Becomes Insinyur Profesional Main
Perjalanan Academic and profesional the said kemudian membawanya at pengakuan kompetensi profesional. Ali Amal tercatat memiliki sertifikasi Insinyur Profesional Main (IPU). Ia also memiliki kompetensi Ahli Main Teknik Jalan, Ahli Main Teknik Jembatan, and kompetensi asesmen/uji kompetensi LSP - Infrastruktur Jalan and Jembatan Indonesia (IJJI).
Ia also tercatat sebagai anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII) and Association Development Jalan Indonesia (HPJI), with bidang activity which berkaitan with jalan, jembatan and terowongan.
Atas perjalanan pengabdiannya, Ali Amal receives among others Satyalancana Karya Satya X Tahun at 2014 and Satyalancana Karya Satya XX Tahun at 2017 and penghargaan from University Tarumanagara with graduation Indeks Achievement Komulatif 3,9.
At akhirnya, perjalanan Ali Amal can dibaca sebagai perjalanan seorang bachelor Civil Engineering which terus memperluas room pengabdiannya.
Begins from bangku Civil Engineering UMI.
Berlanjut ke pekerjaan lapangan.
Sign in ke pengelolaan proyek jalan and jembatan.
Kemudian bergerak ke keselamatan jalan, standard teknis, pembinaan jasa konstruksi, until development kompetensi profesional.
Dampaknya not hanya at satu proyek.
Pengalaman the said tersebar in pekerjaan jalan and jembatan di berbagai regional, sekaligus in berbagai activity pembinaan and peningkatan kompetensi insan konstruksi.
From campus, ilmunya dibawa ke lapangan.
From lapangan, pengalaman that berkembang becomes keahlian.
And from keahlian, lahir kontribusi which more luas bagi dunia konstruksi Indonesia.
Inilah salah satu makna “From Campus, Becomes Dampak”.

Bagikan

Baca Juga

Artikel Terkait