Makassar – Faculty of Engineering University Muslim Indonesia (UMI) terus menunjukkan keseriusan in improves quality Academic through pelaksanaan activity Mentoring Penyusunan Accreditation form Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) which was held at Jumat, 3 Oktober 2025 di Aula Ir. H. Muh. Rapi Manitahing, Campus II UMI. Activity this dirancang sebagai upaya strategic for strengthens tata kelola Academic sekaligus mendukung implementasi RPL which diatur in policy Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Research, and Technology.

Event the said presents narasumber main, Muhammad Zulkifli Muhadi, S.H., M.H., which conveys materi mendalam mengenai procedure teknis penyusunan accreditation form RPL, mulai from landasan hukum, prinsip dasar, until strategy implementasi di tingkat faculty and study programme. Beliau menekankan bahwa RPL memiliki posisi vital in provides pengakuan Academic atas pengalaman belajar and kompetensi seseorang, good which diperoleh through jalur pendidikan formal, nonformal, training, maupun pengalaman kerja di lapangan.
Also hadir in activity this jajaran Faculty Leadership Teknik UMI, termasuk Vice Dean II Faculty of Engineering UMI, Ar. Ir. H. Andas Budy, ST., MT., IAI., IPM., ASEAN.Eng., Chairperson Penjaminan Sistem Quality Faculty (PSMF), Head of Study Programme Civil Engineering, Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Architecture, and Environmental Engineering, beserta Secretary of Study Programme masing-masing. In addition, activity this also was joined by by lecturer-lecturer from berbagai study programme which berperan penting in mendukung implementasi RPL di lingkungan Faculty of Engineering UMI.

In sambutannya, Vice Dean II, Ar. Ir. H. Andas Budy, ST., MT., IAI., IPM., ASEAN.Eng., affirms bahwa activity this is step maju for memantapkan sistem Academic Faculty of Engineering so that more responsif and adaptif towards perkembangan zaman. Ia conveys bahwa RPL not hanya sekadar dokumen administratif, but also sebuah instrumen which memberi room keadilan Academic with mengakui capaian belajar seseorang from berbagai jalur.
“RPL is bentuk nyata from keterbukaan sistem pendidikan high. Through RPL, we memberi kesempatan to masyarakat which has memiliki pengalaman, keahlian, or sertifikasi tertentu for obtains pengakuan Academic, so that they not need mengulang apa which already dikuasai. This is wujud pendidikan which inclusive, efisien, and according to with vision UMI sebagai university Islami, Excellent, and berdaya saing global,” ujarnya.
More lanjut, beliau menambahkan bahwa penyusunan accreditation form RPL membutuhkan sinergi between Faculty Leadership, study programme, and lecturer pengampu. Process this not hanya berfokus at kelengkapan dokumen, but also bagaimana accreditation form the said can mencerminkan kualitas penyelenggaraan pendidikan which sebenarnya. “We must memastikan bahwa accreditation form which we susun not hanya sekadar memenuhi kewajiban formal, but also becomes representasi kualitas quality Academic which can dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sementara that, narasumber Muhammad Zulkifli Muhadi in pemaparannya menggarisbawahi bahwa RPL is policy strategic pemerintah which aims provides akses pendidikan more luas to masyarakat. Menurutnya, with adanya RPL, individu which memiliki pengalaman kerja or keahlian profesional tertentu can melanjutkan pendidikan high without must memulai from awal. “This is step penting for mempercepat peningkatan kualitas PERSONNEL di Indonesia. Through RPL, we provides pengakuan which sah towards pengetahuan and keterampilan seseorang, sekaligus memfasilitasi they for melanjutkan studi with more efisien,” jelasnya.

Activity this takes place with suasana interaktif, di mana participants was provided kesempatan for berdiskusi langsung with narasumber related kendala-kendala which mungkin muncul in penyusunan accreditation form, mulai from aspek regulasi, teknis penyusunan, until strategy implementasi di masing-masing study programme. Discussion which takes place hangat this menunjukkan antusiasme high from para participants which ingin memastikan Faculty of Engineering UMI siap in carries out policy RPL with optimal.
Selain sebagai ajang transfer pengetahuan, activity this also becomes momentum reflektif bagi Faculty of Engineering UMI for affirms komitmen in develops sistem pendidikan which more inclusive, adaptif, and berdaya saing. Harapannya, result from mentoring this segera can diimplementasikan in penyusunan accreditation form RPL di tingkat study programme so that Faculty of Engineering UMI can becomes pelopor in penerapan RPL di lingkup private higher education institution di Eastern Indonesia.
Through activity this, Faculty of Engineering UMI sekali lagi membuktikan konsistensinya in mengawal peningkatan quality pendidikan high. With strengthening sistem RPL, Faculty of Engineering UMI not hanya berfokus at peningkatan kualitas Academic, but also berperan aktif in mewujudkan PERSONNEL Excellent which mampu berkontribusi at development bangsa di era global.




