Makassar, Sulawesi Selatan (0411) 455696 mail@eng.umi.ac.id

Fakultas Teknik UMI Siapkan Kolaborasi AI Accelerator untuk Perkuat Kompetensi AI Mahasiswa dan Dosen

Fakultas Teknik UMI Siapkan Kolaborasi AI Accelerator untuk Perkuat Kompetensi AI Mahasiswa dan Dosen

Makassar, 18 September 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin memengaruhi berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, penelitian, dunia kerja, kewirausahaan, hingga sektor teknik. Kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan AI secara tepat kini menjadi salah satu kompetensi yang semakin relevan bagi mahasiswa maupun tenaga profesional.

Melihat perkembangan tersebut, Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) mulai menyiapkan peluang kolaborasi dalam pengembangan kompetensi AI bagi mahasiswa dan dosen melalui program AI Accelerator.

Kolaborasi ini melibatkan Ruang Kolaborasi Perempuan (RKP) sebagai mitra pelaksana resmi program pelatihan AI Accelerator Google.org di Indonesia.

Pertemuan awal kolaborasi tersebut dihadiri oleh Prof. Maryam Hafram, Dekan Fakultas Teknik UMI; Mutmainnah Bahri, Founder Ruang Kolaborasi Perempuan; Andas Budy, Wakil Dekan II Fakultas Teknik UMI; serta Khairul Umam, General Manager Inkubator Bisnis Kota Makassar yang menjadi salah satu penghubung antara para pihak dalam penjajakan kolaborasi ini.

Membuka Akses Pelatihan AI bagi Mahasiswa Teknik Rencana kolaborasi ini diarahkan untuk memberikan mahasiswa Fakultas Teknik akses terhadap pembelajaran AI yang lebih terstruktur dan aplikatif.

Melalui program AI Accelerator, mahasiswa nantinya akan mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan AI yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran, penelitian, persiapan memasuki dunia kerja, hingga aktivitas profesional.

Salah satu bentuk yang direncanakan adalah pelaksanaan pelatihan bersertifikasi yang dapat memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam mempersiapkan kompetensi mereka.

Selain itu, mahasiswa Teknik juga direncanakan mendapatkan sertifikat pendamping ijazah yang menunjukkan pengalaman dan kompetensi dalam pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan di bidang teknik.

Dosen sebagai Fasilitator dan Penggerak Pembelajaran Kolaborasi tidak hanya diarahkan kepada mahasiswa.

Dosen Fakultas Teknik juga direncanakan dilibatkan sebagai fasilitator dalam rangkaian kegiatan. Keterlibatan tersebut dapat menjadi ruang bagi dosen untuk meningkatkan kapasitas dalam pemanfaatan AI sekaligus memperoleh sertifikat penunjang yang relevan dengan pengembangan kompetensi dan kegiatan pengabdian.

Dengan pendekatan ini, pemanfaatan AI diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan berbagai tools.

Dosen dapat memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa memahami bagaimana AI digunakan secara tepat dalam proses belajar, penelitian, analisis, maupun pekerjaan profesional.

AI untuk Analisis, Penelitian, dan Dunia Kerja Bagi mahasiswa Teknik, pemanfaatan AI memiliki ruang aplikasi yang cukup luas.

AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses eksplorasi literatur, pengolahan dan analisis informasi, penyusunan ide penelitian, pengembangan dokumentasi, hingga mendukung berbagai proses pekerjaan teknis.

Namun, kemampuan menggunakan AI perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai akurasi, etika, keamanan data, privasi, dan keterbatasan teknologi.

Karena itu, program AI Accelerator tidak hanya diarahkan pada pengenalan teknologi, tetapi juga pada penggunaan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Hal ini penting agar mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami kapan dan bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara tepat.

Enam Ruang Kompetensi dalam AI Accelerator Secara umum, program AI Accelerator memiliki cakupan pembelajaran yang cukup luas.

Materi pertama membahas Introduction to Artificial Intelligence, mulai dari konsep dasar AI, peluang dan tantangannya, hingga pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, peserta akan diperkenalkan dengan AI for Productivity, yaitu pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, administrasi, komunikasi, efisiensi, dan otomatisasi pekerjaan.

Aspek AI for Employability juga menjadi bagian penting. Peserta dapat mempelajari bagaimana AI dimanfaatkan untuk pencarian kerja, penyusunan CV, pembuatan materi profesional, persiapan wawancara, hingga pengembangan karier.

Bagi mahasiswa dan calon entrepreneur, terdapat pula materi AI for Entrepreneurship and MSMEs yang membahas pemanfaatan AI untuk pemasaran digital, pembuatan konten promosi, pengembangan usaha, serta peningkatan daya saing.

Program juga membahas Responsible AI, termasuk etika, keamanan data, privasi, risiko, dan bias dalam penggunaan AI.

Sementara itu, AI and Future of Work memberikan perspektif mengenai perubahan dunia kerja, future skills, serta pentingnya kemampuan beradaptasi dan belajar secara berkelanjutan.

Direncanakan dalam Beberapa Batch Kolaborasi ini tidak dirancang sebagai kegiatan satu kali.

Ke depan, akan disiapkan beberapa batch pelatihan dan seminar yang dapat diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika Fakultas Teknik UMI.

Dengan pelaksanaan secara bertahap, materi dan pengalaman dari setiap kegiatan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Teknik.

Pendekatan ini juga membuka peluang agar pemanfaatan AI dapat semakin dekat dengan konteks bidang teknik, baik dalam proses pembelajaran, penelitian, maupun persiapan memasuki dunia kerja.

Khairul Umam sebagai Penghubung Kolaborasi Dalam penjajakan kolaborasi ini, Khairul Umam berperan sebagai salah satu penghubung yang mempertemukan kebutuhan Fakultas Teknik UMI dengan peluang program yang dibawa oleh Ruang Kolaborasi Perempuan.

Peran tersebut sejalan dengan fungsi ekosistem inkubasi dan kewirausahaan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga membuka koneksi antara institusi pendidikan, komunitas, industri, pemerintah, dan berbagai mitra pengembangan kapasitas.

Kolaborasi antara Fakultas Teknik UMI dan Ruang Kolaborasi Perempuan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses mahasiswa dan dosen terhadap perkembangan teknologi AI.

Bagi mahasiswa, penguasaan AI bukan lagi sekadar kemampuan tambahan. Ia dapat menjadi bagian dari future skills yang membantu mereka belajar lebih efektif, mengembangkan penelitian, menyelesaikan pekerjaan, membangun usaha, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.

Karena itu, yang menjadi tujuan akhirnya bukan sekadar mengenalkan AI, tetapi membangun kemampuan manusia untuk memanfaatkan teknologi secara cerdas, produktif, aman, dan bertanggung jawab.

Bagikan

Baca Juga

Artikel Terkait